Postingan

Open Donation Covid-19, Jantung Di Atas Rasa

Gambar

For Our World

Gambar
In our space, we see a goodness Behind of this path, tomorrow is brightly for us. For today, looking of you from the window is fine, A distance is the best one to show the emergency of love, Going back to you, our world. Let’s give us your smile from those miles. We can see a weak of you when the tears down, We can see a struggle of you when you try to heal anything. Come back, our nature, Be a sign of happiness, my heaven. No one wanna see a monster in you, our destiny. Everyone can see a hidden strategy of you, my beauty. This awareness for you, our world. Heart for life, the heart for reconciliation. . . . #coronavirus #ayolawancorona

"sebagianku...adalah kamu"

Gambar
larut di pikiran, gambaranmu selalu terpandang, riak air di wajahmu, sulur manis di penampang senyummu. . . .  legam di terdalam, rindu yang diam di paling dasar, lelahmu yang tiba di permukaan, kejujuranmu yang hampir singkirkan perasaan, Akankah menjadi "kita" akan terasa nyaman? Mungkin "kita" hanya akan bertahan di awan. . . . dirimu adalah sebagian dari ketidakmungkinan, diriku adalah penggarap kemustahilan . . . Namun di rasa ini tidak satu pun menyerahku, Walau dunia takkan setuju cenderung memburu, Kata-kata ini bertahan padaku, Karena sebagianku adalah kamu. . . . photo  @yirage

.love you, in my weakness

Gambar
Don’t be a party, my day. Let it be silent, my Friday. It will be a sign when I pray, Just the color in your eyes can make it not grey. . . . Not only a candle and a birthday. The time flies into the zone of x-ray. When the voiceless runs and nothing can be played. Everybody tell about hope, When the mouth trying to say, When the pain goes away? . . . Happiness in my memory, Just your smile can be the summary. All the rhythm falls in me mighty. The warm holds me warmly, Your love hugs my body kindly. . . . I just wanna love you in my weakness, Wanna feel you in the gladness, Use your shoes in my awareness. photo by  @anthonytran

bahagia soal rasa.

Gambar
Bahagia ada di dalam arena, Bukan semata soal tawa canda, Bukan semata melarung air mata di luar sana, Bukan pelarian di atas segala tanya. Bahagia ada di titik pertama, Saat bumi menghancurkan kenyamanan kita, Soal tanda tanya merangkul sendi-sendi rupa, Saat hati bertanya : di manakah semua? Mengapa tidak ada yang rebah di sana? Bahagia tiba ketika manusia peka soal rasa. Rasa sulit di muka cerita, Rasa suka saat duka meraja dan menghina, Rasa kecewa saat ekspektasi tak ada nyatanya, Saat kegelapan menjadi buah bibir mereka… Bahagia tiba ketika kita mampu dan bisa… Meneriakkan kegagalan dengan usaha setengah dewa, Memaafkan luka dan kembali pada perkara percaya… Mencintai yang duka dan percaya bahwa, Matahari punya cahaya yang sama bagi umat manusia… Memeluk yang lama dan mempersilakan Tuhan menjadi api atas seluruh rasa cinta, 4 Januari 2020

apa yang dimaui hati?

Gambar
menatapi apa yang dimaui hati, menyisihkan waktu untuk bertanya pada diri, apa yang sesungguhnya menjadi keinginan sejati, yang takkan luruh dimakan hari. ... erat di genggaman, tentang rasa nyaman, tentang luka yang masih tersimpan aman, tentang rindu yang bergetar di keramaian. ... saatnya menjadi jujur soal rasa, saatnya duduk sendiri dan terus bertanya, saatnya menatapi langit dan membenahi dada, mengulang cerita dan memberi makna, ... kisah yang kau cinta, luka yang ingin kau lupa, sejarah yang melenggangkan sukma, erat terpatri di perputaran roda, yang kita bawa dalam sebuah rimba Photo by  Jamie Street  on  Unsplash

"Itu Semua Pilihanmu"

Gambar
Sudah banyak yang tertata di cakrawala, Busur-busur yang melintang di rupa angkasa, Garis takdir yang melingkar di bumi belantara, Kau dan segala pilihan yang terpencar di berbagai benua. Sudah banyak yang berlangsung di jiwa, Dialog yang berlaku hingga senja, Tawa yang berlangsung berselimut luka, Kesungguhan yang terbongkar janji-janji semata, Mata sudah melihat yang nyata, Tak semua nikmat di muka, Berkhayal untuk lebih sedap layaknya surga, Tak ada lagi mulut laksana neraka. Jauh dari sempurna, Berandai lebih dari segalanya, Namun di kemudian hampa belaka, Ketika tulang meninggalkan bebannya. Jangan disesali yang telah didaki, Kau sudah memilih puncak yang kau ingini, Jangan dimaki yang telah diberi, Gusti memberi dengan sebuah misi, Kembali padamu segala kisah hari ini, Jalani, imani.