Postingan

Ada

Gambar
Malam beranjak muram, tiap sudut langit beranjak kelam Waktu menatap kejam, detik bergegas terdiam Bunyi dedaunan berisik bersiulan, tertawa sejenak lalu bergumam Sebuah patung terduduk meredam, sesal yang tak jua padam Himpunan kata yang menepi, ucapan yang tak tergali Tanya yang bergema di kala waktu menyimpan suatu mimpi Simpul yang melonggar melukis penyesalan dini Sadari keberadaan suatu bayangan diri, keganjilan yang mengunci kekuatan Serpihan duri yang beriring pergi Bilahan ragu yang terkikis, gugur dan mati Berdampingan dengan tiga puluh sembilan daya yang penuh nyali Terpaku menikmati kemurnian sepi                                    

Mabuk

Gambar
Judul dari puisi ini adalah mabuk. Tertidurlah si penulis pada gagasan mengenai mabuk. Mabuk yang menggebuk rimbunnya angin pada suatu gubuk Rasa yang membuat si penulis mabuk. Definisi mengenai mabuk membuatnya sibuk. Penggagas dari puisi ini tampaknya sedang mabuk. Menghujani tiap sudut mata dengan kata mabuk. Asmara yang mengudara menghidupi kata mabuk Puas sudah sang penulis dengan rangkai pikirannya mengenai mabuk. Oktober, 09

19

Gambar
19 Angka berwujud ruang. Dimana terlibat kalimat sastra. Batu bata romantika dan pagar canda. Terduduk lalu tersulut api lilin putih, Ia berujar tanpa peranan kata. 19 Yang giat mengetuk ruang lain. Yang jatuh tersungkur, atau hampir lenyap, menghablur ataupun menarik sisi. Ia tiba tanpa pelita, tanpa rencana gila. 19 Tersandar pada ranjang berbekas. Kekangan dan cemooh yang tak jua lepas. Air mata yang membatu, dimana selalu terlahir ragu. Dan setiap roman hidup, mengalir dan mendayu. Sejarah dari luka yang menunggu. 19 Yang bercinta dengan titik temu. Memeluk keras jalanan yang ia rindu… /Semarang\ 9 April 2016

Langit pun Berdialog

Gambar
Dialog itu berlangsung antara aku dan kamu. Tenda-tenda langit kian membiru, Sang Bangku jadi teman dan saksi bisu. Aku banyak bicara tentang manusia, Dan betapa jiwa tak berhenti berefleksi mengenai rasa. Awal dari kesukaanku pada kata peka. Cinta yang muncul dan siap kujelang. Didampingi mimpi, kuyakini nilai yang gemilang. Bersamamu, dongeng waktu lalu, bisa kupandang. Mengenalmu, langitku yang pandai berdialog. Mengasahku tuk tersadar dan lebih tahu. Kupunyai kata demi kata yang tersamar dalam duniamu. Inilah simbol yang pantas menjadi rangkai duniaku. Disitulah cinta yang mengawali cinta, dimana… pada kenyataannya, aku berjalan mesra dengan keindahannya. Berubah bersamamu adalah anugerah. Dan kini, bersama timbunan dimensi yang kian meninggi. Aku dan kamu menggali tanah yang berusaha tuk bersemi. . . .

Infinity

Gambar
Love is infinity. World is the field of it. The farmers are everyone who celebrate the peace, Who build the heaven, in the middle of soul war. Love is the new light in the black hole. It bring the future skies. Love, not a plan, but a sign. The point of harmony. The center of every smile. Instruments of life. Tears of awareness. Love is season. It can be renewed, it can be learned, Where everyone choose the decision to think about others. To give a piece of heart for the enemies. Love is the wave, Who swim and move in the ocean. In the deeper basin of mind. Who fly and catch the history. Love is infinity 02 – 09 - 2016

Ingatan

Gambar
Waktu menggiring ribuan tanya. Tanda tanya yang berderap tengah berseru. Bagaimanakah Indonesia di detik dini, hari ini? Dan riuh tanya mengais setiap jawaban Korupsi membidangi tanda tanya. Pembunuhan membayangi tanda tanya. Ada apa? Ada apa dengan Indonesia? Tanda tanya menjadi setiap ingatan. Kenangan yang membujur antara kita. Dan pasukan darah di ribaan bendera. Bambu runding dan senjata api yang jadi perhiasan bumi. Mereka adalah saksi. Indonesia adalah pemuda. Yang punya api dan hati nurani Yang bergabung sebagai pasukan darah, Pembawa denyut kebenaran dan kemerdekaan. Pembawa jawaban dari setiap tanya yang diam. Indonesia butuh hati, bukan janji tak pasti. Indonesia adalah cinta Persatuan jiwa-jiwa merdeka. Yang enggan mati rasa, namun menjadi cahaya. Yang menjadi tangan kanan para bunga bangsa. Yang mengandalkan perjuangan sebagai denyut nyata dalam menggapai asa. ...

Bertanya Pada Tuhan

Tuhan, inilah tanyaku. Tentang rindu yang membisu. Akar hidup yang tak tergambar dalam lukisanku. Kata yang terdiam, mengerak dan bergegas membatu. Tuhan inilah tanyaku. Tentang riak-riak nadi. Yang mengundang air mata yang mati. Sudut detak yang mengalir, diiringi riuh mimpi. Tuhan inilah tanyaku Tentang asa yang membumbung menantang. Asap dari angan yang membungkus masa. Bergerak tanpa himpitan kekang. Harapan dari sekian daya yang datang. Tuhan inilah tanyaku, Akan luka yang membiru, Kisah pelik tentang pilu. Napas yang terhembus berupa ragu. Akankah aku dapat membuangnya tanpa menunggu? Lalu apa jawabMu? 8-4-16