Postingan

untukmu yang berperan sebagai pencerita

Gambar
kau sedang membangun rumah dengan kebimbangan, dengan alas yang kau sebut kegamangan atau kesenjangan. telah lama bibir terkunci, kau takut di maki-maki, kau takut menjadi serigala yang bangga akan taringnya sendiri. kau buat waktu menjadi arang yang termakan api, detik yang kau makan sendiri dan dilahap lezat oleh mimpi. di sahutanmu, kau katakan tak bisa jadi embun pagi, tak bisa menjadi kelanjutan dari kisah yang kau pasang kini. selalu kau katakan manusia-manusia itu menjadikan sandiwara sebagai hobi, dengan lugasnya kau sambut kata mereka dengan sabar hati, hingga kau rasakan lelah di setiap cerita tepatnya di tepi, . . . untukmu yang berperan sebagai pencerita, dengan kisah yang takkan tergantikan di mana-mana, berapa banyak denyut yang kau hela di sana, berapa banyak luka yang sembuh di antara kata percuma, seberapa besar dilema yang kau bagi bersama pendengarmu di sana, seberapa besar usahamu menutup m...

takkan ada yang ditinggalkan (titik.)

Gambar
takkan ada yang ditinggalkan sendirian. takkan ada yang mati kesepian, kedinginan. takkan ada yang mengupas hitam dan hidup dalam makian. takkan ada yang terlupa dalam ingatan. . . . belum berhenti detak sang waktu, ketika ragamu hanyut dalam detik pikirmu, amarah dan keluh berpadu satu, kala identitas kau pertanyakan selalu, tepat di hari itu. . . . perjalanan dan hambatan, luka dan setengah mati pencarian, akan selalu penuh suatu naungan, di dalam percaya dan harapan di angan, . . . takkan ada yang ditinggalkan sendirian dalam liang, takkan ada yang menangis sebelum menjadi seorang pemenang, takkan ada ruang bagi sebuah suara sumbang, bagi jiwa yang sesungguhnya merindukan terang.  . . . Photo by  Jordan Whitfield  on  Unsplash

kita sedang disandera!

Gambar
Amarah di tepi bola mata, Api melingkar di segala sisinya, Buruk berita merajai pelupuk gelora, Keadilan menjadi bunga di setiap tutup mata kita, Di manakah rumah bagi setiap aspirasi di dada? . Kita sedang disandera, Oleh penjara yang kita sebut berita buta, Oleh egoisme yang bertahta atas segala, Oleh dunia kata yang dimanfaatkan sia-sia. Oleh dunia rasa yang dimaki-maki percuma. . Sadarkah bila kita sedang  dipenjara? Mengertikah kita bila sedang disandera? Atau kita mulai nyaman diperbudak oleh pelaku sandera? . Tidak ada jalan lain selain berhenti menjadi budak sandera, Menjadi kata yang berguna, bukan tempat sampah menganga, Atau jangan jadikan lidahmu kuburan terbuka yang siap memangsa, Yang berani-beraninya tertawa di atas pahitnya derita. . Photo by : Max Bender

Sabda Asmara

Gambar
Selalu kamu. Puncak bangun tidurku, Menenggelamkan seluruh napas perandaianku. . Warasku menjadikanmu penghuni tahta mimpi, Kau selalu jadi penghuni, Menjadi bunga dalam rumpun-rumpun puisi. . Selalu kamu. Titik pahamku. Tiap jenuh sabarku, Dan caraku dalam nada doaku. . Denyut ini milikmu, Yang berhasil menjatuhkanku dalam bayanganmu, Hutan tropismu, sungai kelemahanmu, Langit lebihmu dan surga ragamu, Izinkan aku terlelap di situ. . Tidak pernah sedalam ini, Mengartikanmu dalam tiap bait di sisi, Menjadikanmu secercah matahari pagi, Bagi tiap senyum di pipi. . Sekarang, tepat di mataku, Kau adalah sabda asmara penuh rayu, Kau daki riuh ramaiku, Kau curi bilah kerinduanku. Yogyakarta, 31 Agustus 2019 #Taring created by canva.com

Antologi Terbaru Infinity : Taring

Gambar
Dua bulan sudah, Infinity menemanimu dengan antologi Perjalanan. Bagaimana perjalanan kalian? Semakin menantang? Tidak ada yang pernah halus dalam cerita kita, bukan? . . . Dan kini, Infinity kembali merilis tema terbaru untuk antologi ke-13 bertajuk TARING. Temukan kesungguhan yang belum pernah didapati sebelumnya. Kedatangannya 1 September 2019 Photo by  Raj Eiamworakul  

Tidak Terlambat

Gambar
Tidak terlambat untuk tetap menghargaimu, Segala lebih dan kurangmu. Tidak terlambat untuk menutup telingaku, Aku tak ingin dengar penilaian orang tentangmu, Aku ingin memandangmu dari titik personalku. Tidak terlambat untuk menjaga bibirku, Aku tak ingin sekali-kali mengumpatmu, Mencibirmu, melukaimu dengan keegoisanku. Tidak terlambat untuk menjaga hadirmu, Di tengah pergulatan hidupmu, tak nyamanmu, Aku akan bertahan di sampingmu, Tanpa harus engkau tahu. Tidak terlambat untuk berempat mata denganmu, Menikmati riuh tawa dalam denyut pergulatanmu, Jadikan aku sebagai cangkir yang mampu menopang air matamu. Tidak terlambat untuk memahami amarahmu, Rasa ditolakmu, Aku berusaha tetap di situ, berdiam bersamamu, Tanpa harus menjawab rasa sakitmu. Tidak terlambat untuk tetap memperjuangkanmu, Di setiap hari dalam perjalanan ini. Yogyakarta, 21 Agustus 2019 . . . Photo by  h heyer...

"Ranjangku Sayang"

Gambar
Kemerdekaan adalah cerita usang yang gemar dilantunkan nenek moyang Cerita yang mendayu sampai-sampai aku senang bukan kepalang hoaamm..ngantuk! "sayang, tidurlah...tidur," kata Nenek. selamat malam, Nek... Sepanjang tidur, Ranjangku lihai menayangkan mimpi tentang tanah Pusaka yang gigih diperjuangkan, sampai nyawa-nyawa melayang dorrr!!! dorrr!!! kita menang! kringggggggg! Jam alarmku berbunyi Ah, masih pukul lima pagi Kita bobok lagi yuk sayang Aku masih sayang kau, ranjang Zzzzzzzz Sebangunnya dari ranjang  Sebuah berita terpampang: Seorang nenek berusia 74th telah hilang! . . . #Puisi #Kemerdekaan Karya Yohanes Kevin Photo by tribunnews.com