Postingan

Sakit Padaku Saat Itu

Gambar
Yang sakit saat hujan sore itu : Aku. Yang ingin berlarian sore itu : Aku Bukan salahmu, wahai dirimu yang merasa ditikam oleh waktu. Adamu, patungmu, kakumu pada tubuhku. Tidak ada tutup gelas bagi usaha membenam. Silihmu tak lagi ku perlu, cukupkan gundahmu.. wahai dirimu pemilik hati biru. Hujan dan mendung melumat paras, jatuh padamu sebuah kayu aras. Bukan salahmu, wahai dirimu yang terbelah arah. Akarmu, telapak kakimu, ketukanmu. Mungkin bagimu, wahai baja, untuk memukuli dirimu sendiri. Tapi cegah adalah cerita yang membuatku tengadah. Gugurmu pada hujan sore ini, sudah, cukupkan. Sudah. Bukan salahmu, wahai dirimu yang ditantang padang. Sudah lama dirimu ditusuk pedang. Sakit padaku saat ini turut memandang. Bukan salahmu. Katamu, aku ini temanmu. Tulusmu, relamu, dongengmu, Sedang duduk manis di sampingku. . . . Sembari menunggu project terbaru, Infinity ingin berbagi dengan kalian me...

Maafkan Rasa Kecewa

Gambar
Tiada hangat di antara lekat. Segala curiga menyeringai pada situasi dekat. Melambunglah impian yang dirimbuni sengat, Pilihan rasa untuk menamainya kecewa, Maafkan gelagat yang terlampau pekat. . . . Tentang sesuatu yang pada akhirnya kunamai luka. Aku, kini, ada di sana, bersamanya. Tak terhindarkan sudah kelabunya, Tersayat membekas, terbenam ketidaksiapannya. Berulang kali tidur, bukan menjadi obatnya, Sekalipun berbicara tentang dunia dan tawa, Aku bukan pembohong yang seenaknya melemparkan dilema. Luka ini, di sini, selalu mempertanyakan : bagaimana selanjutnya? . . . Aku tak ingin melihat, apa yang aku lihat. Mataku buta sesaat, aku sudah terlampau sesat. Pikiranku berhenti pada suatu liang jahat, Aku tahu ada yang sedang tidak sehat. . . . Dari balik puisi : Jika ditanya apakah Alfa pernah merasakan kecewa, jawabannya pasti iya. Kalau belum pernah merasakan apa itu kecewa, aku mengajak kali...

"tiada lagi mimpi"

Gambar
Ketika tangan ini takkan mampu meraihmu lagi, Hati ini takkan pernah menjauh dan pergi. Di setiap ingatan yang tak berhenti mengiringi, Aku dan bayanganmu menangis bersama di tempat ini, Tiada mimpi yang mampu kita rajut kembali, Sekali lagi. . . . Belajar untuk berada di posisi orang lain dan merasakan apa yang sungguh dirasakannya adalah sebuah tantangan tersendiri.  Aku berani bilang bahwa hal ini tidak semudah yang dibayangkan.  Butuh usaha yang besar untuk mampu melampaui diri sendiri dan mendarat pada diri orang lain.  Hari demi demi, aku selalu merenungkan hal ini.  Kadang, aku juga sempat berpikir : apakah aku sudah benar-benar ada bersama dengan mereka yang membutuhkan bantuan dariku? Aku pun berusaha melakukannya!  Dan segala pemikiran ini selalu aku simpan sendiri.  Aku mencoba untuk merefleksikannya setiap hari.  Aku sadar betul, aku tidak bisa memberikan apa yang tidak aku miliki.  ...

Rasakan.

Gambar
Aku ingin menjadi kakimu yang tertatih melangkah, Yang bangkit dari keterpurukan dan bersiap menantang jalanan. Aku ingin menjadi tanganmu yang lebam dan menyerah di tanah, Yang bangkit dari ketiadaanmu dan bersiap meraih bintang di atas awan. Aku ingin bergegas menjadi penopang air matamu, Pada setiap kesedihan yang mengungkap rasa sakitmu, Aku ingin bergegas menjadi penyembuh luka hatimu, Menjadi bahagia yang kau nantikan di antara perih di dadamu, Yang tak pernah kau minta dari sebagian hidupmu, Yang siap berteriak keras meminta reda pada sang waktu. . . . Dari seorang teman,  aku memahami bahwa menuliskan sebuah puisi bukanlah perkara,  sebagus apa kata yang kamu gunakan,  namun bagaimana kamu sungguh menjadi aktor utama atas apa yang kamu tuliskan, dan menuliskan apa yang sungguh menjadi suara jiwamu. #INFINITY

Yang Kini Kusadari

Gambar
Mungkin aku yang terlalu mengkhawatirkan keadaan. Mungkin aku yang terlalu mengkhawatirkan kehilangan. Mungkin aku yang kurang mampu mengendalikan Mungkin aku yang termakan kelabunya ingatan. . . . Perasaan ini begitu wajar. Bertumbuh di tengah pasar, Meninggi layaknya mercusuar, Ketenangan selalu menjadi hal yang ku sasar. . . . Menerima keadaan, Kembali memahami terbatasnya kemampuan, Kekuatan ini bukan hanya sebatas angan di atas awan, Semoga hati dan jeritannya semakin peka akan pendengaran. . . . Dari balik perjalanan ini, aku ingin terus bercerita, Bukan hanya bersama orang lain, Tapi sungguh aku ingin bercerita dengan diriku sebagai sosok pencerita, Yang menjadi dalang atas segala nama dan konflik di dalamnya. Pemeran utama atas segala suka dan luka, Penerima segala rasa, baik rindu atau kelabu yang datang secara bersama. . . . (dari balik puisi) Yang Kini Kusadari merupakan puis...

Belajar Mencintaimu

Gambar
Nikmati kejujuranku yang belajar mencintaimu, Yang terdiam saja di sudut perasaanku, Memendam dan terus belajar memendam, Aku ingin menunggu rasa ini bosan terdiam, Hingga pada akhirnya, aku belajar berucap, Walaupun sepenuhnya dirimu begitu dingin dan fokus terdiam. . . . Nikmati kejujuranku yang belajar mencintaimu, Dari jarak paling memungkinkan untuk memandangi bahagiamu, Memandangi kemungkinanku mencumbu auramu, Memandangi kesempatanku membacakanmu puisi tentang inginku, . . . Terima kasih atas dukungan yang selalu kalian berikan! #TeamGalau

Festival!

Gambar
The line gives you a flash, A true one brings you a gold key. The barricade just a little sound, Library in your sight is real and walk around. . . . Temptation is the torn in your smile, You ever say “no” in your tale. You ever tell about the pain of hell, Now you know what you ever tell. . . . Hidden in your box, The ant will see a new fox, Mirror always say the truth, Sun examines the energy of wood. . . . The festival is yours. Lantern will be the one in your footprints. Hear the music that you want, Choose the beat, make the season feels the heat. No one can give you the side of die, The scenario is the way for the actor to kill the lie.